PPPK Petra

PPPK Petra

Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra

Website URL: http://pppkpetra.or.id

Deskripsi

Pemahaman teori dasar Bahasa Korea serta skill dasar dalam menggunakan Bahasa Korea tersebut dalam percakapan sehari-hari, termasuk berbicara, mendengar, menulis dan mambaca

Hasil

mampu menulis, membaca, berbicara dan mendengar Bahasa Korea secara lancar dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari

Kapasitas Kelas

15 – 20 siswa

Jadwal

2 kali/minggu

 


Kegiatan Els Bahasa Korea telah diadakan di :

  • SMA Kristen Petra 4

 

Deskripsi

Mempelajari konsep pembuatan film dari awal secara profesional sehingga siswa dapat membuat video atau film dengan hasil yang berkualitas. 

Hasil

Script, story board, etika film dan proses finishing pembuatan film

Kapasitas Kelas

15 – 20 siswa atau 30 – 40 siswa (2 guru)

Persyaratan

  • Si: Siswa memiliki laptop (minimal Dual Core, 2 GB, Hard disc 80 GB)
  • Kamera DSLR


 Kegiatan Els Cinematografi telah diadakan di :

  • SMA Kristen Petra 1

 

Deskripsi

Mempelajari konsep dan cara berpikir membuat desain board game, hingga teknik pembuatan game yang baik dan benar. 

Hasil

Desain board game.

Kapasitas Kelas

10 – 15 siswa

 


Kegiatan Els Board Game Design telah diadakan di :

  • SMP Kristen Petra 5
  • SMA Kristen Petra 3

 

Deskripsi

Melalui ELS Concept Art siswa akan dilatih dan diajarkan bagaimana awal pembuatan konsep yang akan digunakan untuk film, game dan kepentingan visual lainnya. Siswa akan memulai dengan menggambar manual, yang nantinya akan dikembangkan tidak hanya menjadi character desain namun juga iconic creature, prop and vehicle, serta environment design, gesture, serta silhouette.

Hasil

Konsep yang siap digunakan untuk sebuah film, animasi, ataupun game.

Kapasitas Kelas

15 – 20 siswa

Persyaratan

  • Siswa memiliki sketch book, alat menggambar manual (pensil/drawing pen)
  • Memiliki laptop dengan aplikasi photoshop (minimal Dual Core, 2 GB, Hard disc 80 GB)


 Kegiatan Els Concept Art telah diadakan di :

  • SMA Kristen Petra 1
  • SMA Kristen Petra 2
  • SMA Kristen Petra 5

 

Pembelajaran Public Speaking untuk Mendalami Dunia Presenter

Sebagian besar kehidupan siswa di sekolah diisi dengan kegiatan berkomunikasi. Salah satu bentuk berkomunikasi yang paling sering dilakukan adalah berbicara. Seperti yang terlihat dalam kegiatan siswa di kelas, mereka berbicara dengan teman atau dengan guru, namun tidak semua siswa bisa berbicara di depan umum yang disebut dengan “Public Speaking”. Kemampuan berbicara yang dimaksud di sini adalah kemampuan berbicara dengan jelas dan bisa dimengerti. Jadi, penting untuk memiliki kemampuan olah vokal yang baik, berbicara dengan volume suara yang tepat, dan memiliki artikulasi yang jelas. Volume dan artikulasi merupakan faktor yang membuat suara kita bisa terdengar jelas oleh para penonton. Selain kemampuan berbicara, dalam Public Speaking juga ada beberapa hal yang harus dikuasai yaitu kemampuan menggunakan bahasa tubuh dan membuat materi presentasi yang tepat, serta menggunakan alat peraga yang sesuai.

Lantas bagaimana menumbuhkan serta memelihara kemampuan public speaking di dalam diri setiap siswa? Penting untuk diingat, kemampuan melakukan public speaking bisa datang dari bakat alami yang diperoleh sejak lahir, namun ada juga yang didapat dari latihan. Untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan public speaking serta minat dan bakat siswa dalam bidang presenter, maka SD Kristen Petra 5 memberikan wadah bagi siswa-siswi dalam bentuk kegiatan Excellent Life Skill (ELS) Presenter untuk melatih kemampuan public speaking siswa. Bekerja sama dengan pengajar yang berpengalaman dalam dunia presenter, ELS presenter dikemas menjadi kegiatan yang memberikan kesempatan bagi siswa-siswi untuk mengembangkan potensi diri, mengasah keterampilan berkomunikasi, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.

 

ELS Videografi yang Bermanfaat dan Menyenangkan

 

Banyak kegiatan Excellent Life Skill (ELS) yang ditawarkan di SMP Kristen Petra 4, salah satunya adalah ELS Videography. Saya memilih kegiatan ELS Videography karena ingin mempelajari lebih dalam mengenai pengambilan video. Selama kegiatan ELS, kami diajari banyak hal, antara lain : editing, angle pengambilan video, dan program editing. Kami dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengerjakan tugas pembuatan video dengan memilih beberapa tema yaitu horror, comedy, romance dan action. Di dalam kelompok, kami membagi tugas peran masing-masing yaitu sebagai produser, sutradara, pengisi suara, aktor, editor, dan kameramen.

Selain tugas kelompok, kami juga mendapatkan tugas individu yang lebih mudah yaitu membuat transisi video yang hanya menggunakan handphone sebagai kamera. Transisi video sendiri adalah pemotongan dalam video yang digunakan untuk memperhalus perpindahan scene dari adegan yang satu ke adegan yang lain. Hal ini penting agar video yang dihasilkan bisa menjadi lebih menarik.

Menurut saya, ELS ini memiliki banyak manfaat. Mulai dari basic pengenalan video hingga cara mengedit video. Saya juga terbantu dalam pembuatan tugas dari sekolah yang membutuhkan pembuatan video sehingga tugas saya bisa selesai dengan baik dan tepat waktu.

By : Yobel Fernando – SMP Kristen Petra 4

 

Mendalami Dunia Fashion Melalui ELS Fashion Designer Bagi siswa-siswi yang memiliki bakat dan minat di bidang fashion, tidak ada salahnya untuk memperdalam kemampuan melalui kegiatan Excellent Life Skills (ELS) Fashion Designer yang merupakan salah satu alternatif pilihan kegiatan ELS di jenjang SMA. Dalam kegiatan ELS Fashion Designer ini, para siswa diberi basic pembelajaran yakni mengenai warna dan cara untuk mix and match. Kedua dasar ini harus dimiliki oleh setiap siswa dan dapat dimanfaatkan untuk mata pelajaran lainnya. Misalnya untuk pelajaran seni, saya dapat menerapkan ilmu tersebut untuk materi perancangan desain karakter dimana saya bisa menentukan jenis pakaian apa yang cocok untuk karakter yang akan saya buat. Selama kegiatan ELS berlangsung, pengajar ELS sangat baik dan sabar membimbing kami semua. Beliau juga menyampaikan materi pembelajaran dengan cukup jelas serta telaten menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Kami juga selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai dunia fashion dari beliau. Setiap minggunya kami diberikan berbagai contoh desain yang kreatif dan inspiratif. Suasana pembelajaran di kelas kami cukup kondusif karena pengajar dan teman-teman sangat kooperatif dan mau saling membantu saat salah satu dari kami sedang kehabisan ide. Saya sungguh senang dapat bergabung di ELS Fashion Designer ini. By : Wynne H. – SMA Kristen Petra 2

ELS Fashion Design merupakan kegiatan ELS pilihan saya. Bagi saya, pembelajaran di ELS ini sangat baik terutama bagi kami yang ingin menjadi seorang designer. Pada hari pertama kegiatan ELS,  pengajar memulai kelas dengan memperkenalkan diri dan memberitahu kami tujuan dan target pembelajaran ELS Fashion Design. Tugas pertama kami adalah menggambar badan untuk model dari baju yang nanti akan kami gambar.

Bagi yang baru pertama kali menggambar badan, mungkin hal ini terasa sulit. Namun pengajar ELS tetap mengajar dengan sabar sampai kami bisa. Pada pertemuan berikutnya, kami diajar untuk menggambar wajah, casual outfit (pakaian santai sehari-hari)  dan menggambar last project kami di semester 1. Last project ini sangat berkesan bagi saya karena kami diminta untuk menggambar evening gown  berdasarkan imajinasi dan kreativitas kami sendiri.

Di semester 2, kami menggambar model dengan postur yang berbeda dan tentu saja tingkat kesulitannya lebih tinggi dari sebelumnya, tapi kami tetap semangat belajar sampai kami bisa.  Awal semester ini kami belajar mewarnai tekstur jeans yang memiliki teknik khusus agar mirip dengan tekstur aslinya. Kami juga akan belajar cara mewarnai kain kulit dan masih banyak hal lainnya untuk menambah pengalaman kami. Kami sangat percaya diri dapat mempelajari berbagai materi baru ini dengan semangat.

Oleh : Yemima Yesrael T. – SMP Kristen Petra 4

 

Excellent Life Skill Hip Hop merupakan salah satu kegiatan Excellent Life Skill (ELS) yang sangat diminati oleh para siswa. Selama kegiatan ELS para siswa dibimbing oleh seorang pengajar Hip Hop yang sangat berpengalaman dimana para siswa dibekali banyak hal yang penting, mulai dari pemanasan, pengaturan nafas dan diberikan tips untuk melakukan gerakan-gerakan yang indah dan teratur. Karena pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, maka setiap hari Rabu banyak para siswa yang sudah tidak sabar untuk mengikuti kelas ELS Hip Hop untuk mempelajari banyak gerakan baru. Pengajar dengan sabar dan telaten membimbing para siswa dengan baik. Komentar yang diberikan pengajar pun tidak menyurutkan niat siswa untuk memperbaiki gerakan-gerakan yang salah dan menimbulkan semangat para siswa untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik. Selama satu tahun ajaran, target yang ingin dicapai untuk kegiatan ELS Hip Hop adalah para siswa dapat menari secara individu maupun secara berkelompok dan dapat mengisi berbagai kegiatan sekolah.

 

Seni menggerakkan tubuh mengikuti hentakan musik masa kini yang kerap kali disebut dengan istilah modern dance sudah dikembangkan sejak tahun 1990 dan terus mengalami perkembangan baik dari sisi lagu maupun gerakan-gerakannya. Tarian ini dianggap sebagai cerminan jiwa seseorang untuk mengekspresikan perasaan atau suasana hati. Modern dance terus berkembang hingga saat ini dan dianggap sebagai salah satu bentuk terbaik dari komunikasi non verbal. Bila dahulu masyarakat berpikir bahwa menari sebagai cara mengekspresikan diri, maka pemikiran seperti itu tidak berlaku di era globalisasi saat ini. Saat ini dance sudah dijadikan sebagai salah satu profesi profesional yang dapat menghasilkan maha karya yang mendatangkan banyak uang. Oleh sebab itu banyak anak muda yang memilih profesi sebagai seorang dancer profesional.

Melihat banyaknya minat yang ada, maka SD Kristen Petra 5 memberikan wadah bagi siswa-siswi yang mau mengembangkan bakat dan minat mereka dalam bentuk kegiatan Excellent Life Skill (ELS) Hip-Hop. Bekerja sama dengan pengajar yang berpengalaman sebagai dancer, ELS Hip-Hop dikemas menjadi kegiatan yang memberikan kesempatan bagi siswa dan siswi untuk mengembangkan potensi diri, mengasah keterampilan menari dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Bukan tidak mungkin pula apabila kelak para siswa yang berbakat dapat menjadikan pengalaman yang mereka dapatkan sebagai bekal mereka di masa depan.

Page 3 of 13