Kemampuan seorang siswa tidak hanya dapat dilihat dari nilai akademisnya, tetapi juga dari aspek kemampuan non- akademis lainnya. Salah satunya adalah dari aspek keterampilan. ELS Sewing Craft merupakan sebuah wadah bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilannya dalam hal seni kriya. Mempelajari keterampilan melalui ELS Sewing Craft dapat menumbuhkan kreativitas di dalam diri siswa untuk berkarya dan menjadi dasar untuk bekal masa depannya, karena seperti yang sudah diketahui bahwa kemampuan menjahit merupakan salah satu life skill dasar yang harus dikuasai seseorang. Siswa diajari untuk berkreasi sekreatif mungkin dalam ELS ini. Pada intinya, ELS Sewing Craft membantu menyiapkan anak menjadi lebih kreatif, inovatif dan memiliki kepekaan yang tinggi.
Selama beberapa pertemuan kegiatan ELS, siswa diajarkan untuk membuat kerajinan tangan berbahan dasar kain flanel dengan berbagai macam aplikasi jenis tusuk. Kain flanel yang ada disulap menjadi benda-benda yang unik, menarik untuk dilihat, sekaligus fungsional. Model yang dipilih sangat menarik, misalnya membuat donat, owl, figur Doraemon dan lainnya. Setiap siswa tampak antusias setiap kali ada model yang baru yang diajarkan. Para siswa yang kreatif bisa menambahkan kreasinya pada pola dasar yang sudah disediakan. Ini mengajarkan para siswa untuk menjadi lebih kreatif dan jeli. Pengajar kegiatan ELS juga secara telaten mendampingi dan mengajari siswa untuk merangkai dan menyatukan potongan-potongan kain flanel sehingga ELS ini makin menyenangkan karena adanya koordinasi yang baik antara pengajar dan siswa. Ketika siswa mengalami kesulitan untuk menjahit, pengajar dengan sabar membantu para siswa melanjutkan karya mereka. Cara mengajar dan menjelaskan yang komunikatif dan mudah dipahami juga merupakan poin plus untuk para pengajar kegiatan ELS Sewing Craft.