PPPK Petra

PPPK Petra

Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra

Website URL: http://pppkpetra.or.id

Di era globalisasi saat ini kita dituntut memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir dan berkreasi, agar dapat beradaptasi dengan perkembangan informasi (IT) dan perkembangan teknologi yang cepat. Dalam rangka memenuhi tujuan tersebut maka SD Kristen Petra 1 memiliki kegiatan Excellent Life Skill (ELS) di mana siswa dapat memilih sendiri kegiatan ELS sesuai bakat, minat dan talenta yang dimilikinya. Kegiatan ELS untuk jenjang SD diadakan untuk para siswa kelas V.

PPPK Petra sebagai pihak yang mengadakan kegiatan ELS terus berupaya meningkatkan pengajaran dan mengembangkan talenta anak melalui kerja sama dengan lembaga - lembaga yang memiliki kualitas pada bidangnya selama pelaksanaan kegiatan ELS. Salah satu kegiatan ELS yang diminati banyak sisa adalah ELS Robotik. Selama kegiatan belajar – mengajar ELS Robotik, pengajar ELS dengan telaten mengajari siswa-siswa mengenai seluk beluk robotik agar setiap siswa memiliki kompetensi belajar yang baik.

Metode pengajaran yang diberikan bervariasi berupa game, kompetisi, kerja individual maupun kelompok. Hal ini membuat suasana kelas benar-benar menarik dan menyenangkan dan para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Melalui setiap pembelajaran yang diberikan, diharapkan para siswa akan mendapatkan berbagai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun berbagai manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ELS Robotik antara lain :

• Merangsang berpikir sistematis dalam menyelesaikan sebuah masalah
• Meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak
• Meningkatkan keterampilan imajinasi dalam mendesain robot
• Melatih kerjasama dalam kelompok, meningkatkan percaya diri, menerima dan menghargai pendapat orang lain, serta melatih kesabaran dan ketekunan.

Diharapkan para siswa yang mengikuti kegiatan ELS Robotik dapat mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki dengan baik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah mereka dapatkan dan dapat terus belajar dengan aktif dan giat mengingat perkembangan informasi dan teknologi pada era globalisasi yang semakin cepat.

Robotik merupakan salah satu kegiatan Excellent Life Skill (ELS) di SMP Kristen Petra 3 yang menjadi salah satu kegiatan ELS yang diikuti oleh sebagian besar siswa putra. Namun, tidak sedikit juga para siswa putri yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai dunia robotik. Pada awal kegiatan ELS, pengajar memperkenalkan berbagai komponen yang berhubungan dengan perakitan robot, barulah setelah itu pengajar mengajarkan cara perakitan robot. Selama kegiatan ELS Robotik, para siswa yang sudah mahir diperbolehkan menyalurkan berbagai ide mereka dalam merakit sebuah robot, sedangkan bagi para siswa masih belum begitu memahami proses perakitan, maka pengajar akan mendampingi mereka selama pengarahan dan lebih intens dalam melatih keterampilan mereka. Setelah mengikuti kegiatan ELS Robotik, para siswa dapat mempelajari cara untuk menjalankan robot yang sudah mereka rakit dengan bantuan gadget yang mereka miliki.

Kegiatan Excellent Life Skill (ELS) merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang didasarkan atas minat siswa. Sebagai wadah untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa di bidang non-akademik, SD Kristen Petra 13 menyediakan kegiatan ELS Art and Craft.

Kegiatan ELS Art and Craft diikuti oleh siswa kelas V yang memiliki minat dan kreativitas dalam kerajinan tangan. Dalam kegiatan ELS Art and Craft, siswa belajar berkreasi melalui media kertas, barang bekas, clay, serta pasir untuk menghasilkan objek yang diinginkan sesuai dengan kreativitas siswa. Siswa mengenal dan membuat kerajinan tangan tersebut menggunakan teknik paper cutting (media kertas) dan sand painting (media pasir).

Melalui kegiatan ELS ini, siswa akan memiliki keterampilan berupa pengalaman eksplorasi dalam membuat karya seni untuk melatih serta mengembangkan kemampuan sensorik dan motorik. Siswa diharapkan akan memiliki kreativitas dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dapat terlihat dari proses mengerjakan hingga menjadi karya seni yang menarik.

Belajar menari tidak hanya sekedar belajar pergerakan tubuh, namun juga belajar menyeimbangkan antara otak kanan dan otak kiri serta mengekpresikan ungkapan jiwa melalui gerakan tubuh yang indah. Suatu tarian juga memiliki makna filosofi. Salah satu jenis tarian yang diajarkan di ELS Tari Tradisional Kreasi Baru ini adalah Tari Bedhayan Potehi. Tari ini merupakan akulturasi dari dua kebudayaan yang dikoreografikan dengan kreativitas tinggi dan eksplorasi dari gerak bedhayan ludruk Surabaya dan wayang potehi Tionghoa. Gerakan dalam Tari Bedhayan Potehi cukup sulit karena tari ini berusaha untuk mencapai bentuk estetika yang sesuai dengan makna yang akan disampaikan. Makna yang terkandung dalam tari Bedhayan Potehi ini adalah menetralkan strata sosial antara Tionghoa dengan Jawa. Melalui tarian ini siswa tidak hanya sekedar belajar gerakan tarian yang indah namun juga dapat memahami budaya dan hubungan kehidupan yang terjadi baik manusia dengan manusia maupun manusia dengan Tuhan.

Di SMA Kristen Petra 1 ini terdapat berbagai macam kegiatan ELS yang sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan dan kreativitas para siswa. Salah satu kegiatan ELS yang saya ikuti yaitu ELS Make-Up. Dalam kegiatan ini saya tidak hanya mendapat ilmu dan keterampilan mengenai make-up saja, melainkan juga mendapatkan ilmu mengenai hair-do. Saya sebagai seorang wanita, berpendapat bahwa sudah merupakan hukum alam bahwa wanita senang berdandan. Saya sangat senang dapat mengikuti kelas make-up, tidak perlu mengeluarkan biaya mahal, bahkan saya dapat mengikuti kelas make-up ini secara gratis.

Kelas make-up ini berlangsung selama 2 semester. Pada semester pertama, saya belajar mengenai dasar - dasar penggunaan make-up serta alat - alat yang digunakan. Tidak hanya teori saja, namun juga belajar mengaplikasikan secara langsung di wajah kita masing-masing. Basic make-up yang saya dapat antara lain adalah cara mengaplikasikan eyeliner dengan benar, menggambar alis dengan kerangka yang tepat, cara menggunakan foundation, memasang bulu mata, serta cara menerapkan eyeshadow. Untuk semester kedua, saya mendapat pelajaran mengenai face painting serta hair-do. Face painting adalah menggambar berbagai bentuk hewan di wajah kita, seperti menggambar singa, rusa, ataupun macan tutul. Sedangkan untuk hair-do, kami diajarkan bagaimana cara untuk styling rambut dengan benar. Dimulai dari membagi rambut kita sesuai section-section yang tepat, lalu bagaimana cara membuat rambut dengan gaya yang benar.

Bagi saya, ELS make-up ini sungguh berguna. Karena sebelum mengikuti ELS make-up, saya tidak mengerti bagaimana cara menggunakan make-up dengan benar. Namun setelah mengikuti ELS ini, saya dapat menggunakan make-up dengan benar dan mengaplikasikannya di wajah saya untuk pergi ke pesta. Meskipun ELS make-up ini merupakan sesuatu yang baru di SMA Kristen Petra 1, saya berharap agar ELS ini dapar tetap ada untuk memberi wawasan dan keterampilan yang lebih luas bagi siswi di SMA Kristen Petra 1.

Oleh : Evangeline - SMA Kristen Petra 1

Di SMA Kristen Petra 1, ada berbagai jenis kegiatan Excellent Life Skill atau biasa disebut ELS yang bisa dipilih oleh siswa kelas XI.

Di semester kedua ini, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan ELS Art and Craft. Setelah beberapa kali pertemuan, pengajar art and craft meminta kami untuk membawa tinta cinta atau biasa disebut tinta bak. Kami mulai merasa heran mengapa pengajar meminta kami untuk membawa tinta bak. Ternyata mereka meminta kami untuk mengambar suatu benda. Setelah selesai menggambar, mereka bisa membaca psikologi kami. Saya dan beberapa teman saya mulai tertarik dengan kegiatan art and craft karena hal itu.

Di pertemuan-pertemuan selanjutnya, pengajar art and craft meminta kami untuk mendesain suatu hal yang saling berhubungan. Misalnya : makanan dengan minuman. Kelompok saya memutuskan untuk membuat gambar coca-cola dan burger. Ternyata hasil gambar ini adalah contoh untuk pembuatan clay. Awalnya saya mengira akan mudah untuk membentuk clay berbentuk coca-cola dan burger. Tetapi jujur saja, ternyata cukup sulit untuk membentuk clay menjadi karya yang memiliki bentuk yang bagus. Kami sekelompok saling membantu dalam membentuk dan mewarnai clay tersebut. Dalam mewarnai clay pun tidak semudah yang saya bayangkan karena perlu memperhitungkan warna asli dari benda yang akan dibuat, membayangkan warna terang, gelap bahkan warna gradasinya agar terlihat lebih nyata.

Menurut saya, kegiatan ELS art and craft ini memberi saya banyak pengalaman, saya bisa lebih banyak berkreativitas, terutama dalam seni, selain seni musik yang lebih sering saya lakukan. Saya bisa mempelajari cara membuat clay yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya.

Oleh : Michelle - SMA Kristen Petra 1

Musik merupakan bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia melalui melodi, harmoni, dan unsur-unsur musik lain. Pesan-pesan di dalam sebuah lagu dapat tersampaikan walaupun tanpa sebuah kata-kata atau lirik di dalamnya. Kita semua sebagai manusia sangat membutuhkan musik dalam kehidupan sehari-hari. Bermain musik, apa pun alat musiknya bisa dipelajari dengan cara melakukan latihan-latihan tertentu yang terstruktur, salah satunya adalah gitar.

Gitar merupakan alat musik yang populer di masyarakat Indonesia hingga dunia. Bermain gitar memiliki banyak manfaat, antara lain dapat menghibur orang lain, meningkatkan kecerdasan, membantu keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan, melatih konsentrasi, menghilangkan stres, memupuk rasa percaya diri, serta menimbulkan toleransi dan kepedulian sosial.

Oleh karena itu, SD Kristen Petra 5 berupaya memberikan fasilitas dan bimbingan bagi siswa kelas V dengan membuka kegiatan Excellent Life Skill Gitar. Dengan adanya Excellent Life Skill Gitar, siswa mendapat kesempatan untuk mengelola dan mengembangkan bakat yang dimilikinya

Kegiatan ELS Choir, merupakan salah satu kegiatan ELS yang ada di SMP Kristen Petra 5 di bidang musik. ELS ini dilaksanakan sebagai wadah untuk para siswa yang memiliki minat terhadap dunia tarik suara. Suasana belajar yang santai tidak melunturkan minat siswa untuk menggali lebih dalam kemampuannya dalam kegiatan ELS Choir ini. Para siswa cukup antusias ketika diminta oleh pembina mereka untuk berlatih. Siswa tidak hanya sekedar diajarkan lagu pop saja, melainkan juga diajarkan lagu rohani dan lagu Indonesia yang berkualitas, misalnya “Indonesia Jaya”. Tujuannya agar siswa bisa mahir melantunkan berbagai jenis lagu. Pembelajaran untuk membaca dan memahami not angka juga diterapkan untuk membantu kelancaran siswa dalam menyanyikan lagu. Dari pengalaman dua tahun pelaksanaan ELS Choir, para siswa diharapkan dapat menjadi pionir dalam terbentuknya tim paduan suara sekolah yang dapat mengisi setiap kegiatan seni yang dilaksanakan oleh sekolah, menjadi wakil sekolah dalam perlombaan paduan suara, maupun melayani Tuhan dengan memberikan pelayanan pujian di gereja.

Tampil di depan umum dan berbicara layaknya seorang pembawa acara tidaklah mudah dan diperlukan rasa percaya diri yang baik. Hal ini yang memicu SMP Kristen Petra 2 untuk mengadakan kegiatan ELS Presenter. ELS Presenter adalah sebuah kelas untuk membekali para siswa dengan keterampilan dan teknik yang tepat serta melatih rasa percaya diri siswa untuk berani tampil di depan umum dan membawakan sebuah acara.

Untuk membantu siswa memperoleh banyak pengalaman, maka siswa akan diminta untuk memandu acara sesuai dengan agenda kegiatan sekolah seperti pesta seni, lomba-lomba untuk memperingati hari besar Nasional, maupun berbagai kegiatan lainnya. Dari skala kecil seperti di lingkup sekolah maupun di lingkup yang lebih luas, siswa diharapkan dapat belajar melalui berbagai pengalaman yang telah mereka peroleh. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ELS Presenter, para siswa mampu mengembangkan diri di luar sana karena kemampuan public speaking dapat membantu siswa memperluas kemampuannya di masa depan.

Kegiatan ELS Gitar adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan alat musik gitar kepada para siswa dan secara khusus ditujukan kepada siswa pemula yang ingin belajar gitar dengan benar sedangkan untuk siswa dengan kemampuan bermain gitar yang lebih baik, maka kegiatan ini diarahkan untuk melatih siswa bermain gitar dengan lebih baik lagi serta lebih teliti memperhatikan semua tanda yang terdapat pada lagu yang sudah di sediakan. Perbedaan pada skill dasar siswa tidak menghalangi proses belajar mengajar karena setiap siswa akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan skill siswa sehingga pembelajaran yang diberikan lebih tepat sasaran.

Kegiatan ELS Gitar dimulai dengan pengenalan alat musik gitar, tangga nada dasar dan chord, lalu akan diteruskan dengan memainkan sejumlah lagu dengan menggunakan chord – chord dan juga belajar melodi sederhana. Materi ini diberikan agar semua siswa baik yang masih pemula maupun yang sudah mahir bermain gitar memiliki dasar teknik yang kuat sehingga untuk implementasi materi yang lebih sulit maka para siswa-siswi tidak akan mengalami kesulitan yang berarti. Selain itu kegiatan ini juga mempersiapkan mental para siswa untuk berani tampil bermain gitar secara solo maupun secara berkelompok.

 

Page 6 of 13