PPPK Petra

PPPK Petra

Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra

Website URL: http://pppkpetra.or.id

Mengapa ELS Biola menjadi pilihan sekolah kami? Biola merupakan alat musik dawai yang dimainkan dengan cara gesek. Setiap alat musik memiliki kerumitan tersendiri dalam memainkan atau mempelajarinya. Namun belajar Biola lebih menantang bagi siswa karena dalam memainkannya tidak hanya dibutuhkan kemauan tetapi juga kepekaan. Hal ini karena biola tidak sama seperti gitar. Biola tidak memiliki penanda (fret) untuk nadanya, sehingga pemain harus benar-benar hafal letak nada serta peka terhadap nada sumbang.

Siswa juga harus memperhatikan cara memainkan biola dengan menyeimbangkan antara tangan kiri yang menekan senar dan tangan kanan yang menggesek. Posisi tubuh dan cara mengapit (antara dagu dan pundak kiri) biola juga penting. Secara umum, dengan belajar biola akan melatih siswa untuk lebih sabar terhadap proses pembelajaran, belajar menggunakan perasaan, belajar lebih tertib untuk menjaga dan merawat barang (karena biola membutuhkan perawatan dan tidak diletakkan disembarangan tempat), serta siswa belajar untuk menyesuaikan diri dengan teman dalam kelompoknya. Ke depannya, pembelajaran biola dalam bentuk kolaborasi permainan (orchestra) akan membuat siswa belajar menyesuaikan dengan musik lain.

Excellent Life Skill (ELS) Fashion Design merupakan salah satu wadah bagi siswa PPPK Petra untuk mengembangkan bakat dan hobi mereka. Rata-rata peserta kegiatan ELS ini adalah siswa perempuan yang ingin mempelajari dunia fashion. Kegiatan pembelajaran diawali dengan perkenalan dan belajar menggambar anatomi tubuh manusia. Dengan bimbingan pengajar yang cukup telaten, para siswa menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Para pengajar menggunakan berbagai media yang menarik untuk membantu para siswa untuk lebih memahami materi, salah satunya dengan memutarkan video tentang fashion show.

Banyak hal yang bisa dipelajari dalam ELS Fashion Design, salah satunya adalah mempelajari cara mewarnai dengan benar menggunakan pensil warna atau dengan drawing pen. Salah satu tugas yang diberikan oleh pengajar untuk meningkatkan keterampilan siswa adalah membuat desain dengan tema “summer-spring, spring-winter, winter-summer” dan mempresentasikan hasil karya serta menjelaskan inspirasi mereka dalam memilih tema dan warna yang digunakan. Sebagai tugas akhir, para siswa diminta untuk membuat desain dengan tema “K-Pop Casual “ dan membuat kolase “Winter Casual”.

Pengembangan bakat serta minat siswa sudah menjadi perhatian dari PPPK Petra sejak lama. Salah satu program yang dikembangkan oleh PPPK Petra untuk menyalurkan bakat dan minat siswa adalah kegiatan Excellent Life Skill atau ELS. Untuk memfasilitasi kegiatan ini, PPPK Petra bekerja sama dengan provider yang berkompeten dibidangnya agar para siswa dapat memperoleh hasil yang maksimal. Jenis kegiatan ELS yang tersedia di SD Kristen Petra 1 antara lain : piano, cooking class, robotik, dan hip hop.

Salah satu kegiatan Excellent Life Skill yang cukup diminati siswa adalah ELS Piano. Piano adalah salah satu jenis alat musik klasik yang membutuhkan ketekunan untuk mempelajarinya. Untuk bisa mahir bermain piano, seseorang harus memiliki jiwa seni yang tinggi mengingat teknik-teknik dasar belajar piano yang cukup rumit. Selain itu mengajarkan musik sejak dini pada anak mampu meningkatkan IQ dan dapat membantu anak lebih peka terhadap emosi orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang memiliki sifat tenggang rasa terhadap sesama.

Para siswa yang menjadi peserta kegiatan ELS Piano memiliki minat dan bakat yang cukup tinggi pada pembelajaran ELS. Mereka juga tekun dan ulet dalam mempelajari materi yang diberikan. Pada acara sekolah, mereka juga turut mengisi acara sehingga hasil dari kegiatan ELS Piano bisa ditampilkan dengan baik.

Pembelajaran yang diberikan dalam kelas ELS Bahasa Inggris sangat beragam dengan tujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berbahasa inggris lebih aktif dengan topik-topik yang menarik. Suasana kegiatan ELS Bahasa Inggris selalu interaktif. Meskipun kemampuan masing-masing siswa tidak homogen, namun hal tersebut justru yang membuat suasana kelas lebih berwarna. Kemampuan pengajar dalam menangani kemampuan siswa yang beragam sangat membantu berjalannya kegiatan ELS. Selama kegiatan ELS, pengajar dapat mengatasi suasana kelas dengan baik serta peka terhadap kemampuan para siswa sehingga siswa tidak kesulitan menyerap materi yang diberikan. Pengajarpun dapat menyesuaikan diri dengan kondisi para siswa, misalnya saat siswa sedang jenuh karena pekan ulangan harian maka pengajar mengatasinya dengan memberikan pelajaran melalui metode permainan tanpa harus kehilangan esensi dari materi yang menjadi topik bahasan.

Kemampuan seorang siswa tidak hanya dapat dilihat dari nilai akademisnya, tetapi juga dari aspek kemampuan non- akademis lainnya. Salah satunya adalah dari aspek keterampilan. ELS Sewing Craft merupakan sebuah wadah bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilannya dalam hal seni kriya. Mempelajari keterampilan melalui ELS Sewing Craft dapat menumbuhkan kreativitas di dalam diri siswa untuk berkarya dan menjadi dasar untuk bekal masa depannya, karena seperti yang sudah diketahui bahwa kemampuan menjahit merupakan salah satu life skill dasar yang harus dikuasai seseorang. Siswa diajari untuk berkreasi sekreatif mungkin dalam ELS ini. Pada intinya, ELS Sewing Craft membantu menyiapkan anak menjadi lebih kreatif, inovatif dan memiliki kepekaan yang tinggi.

Selama beberapa pertemuan kegiatan ELS, siswa diajarkan untuk membuat kerajinan tangan berbahan dasar kain flanel dengan berbagai macam aplikasi jenis tusuk. Kain flanel yang ada disulap menjadi benda-benda yang unik, menarik untuk dilihat, sekaligus fungsional. Model yang dipilih sangat menarik, misalnya membuat donat, owl, figur Doraemon dan lainnya. Setiap siswa tampak antusias setiap kali ada model yang baru yang diajarkan. Para siswa yang kreatif bisa menambahkan kreasinya pada pola dasar yang sudah disediakan. Ini mengajarkan para siswa untuk menjadi lebih kreatif dan jeli. Pengajar kegiatan ELS juga secara telaten mendampingi dan mengajari siswa untuk merangkai dan menyatukan potongan-potongan kain flanel sehingga ELS ini makin menyenangkan karena adanya koordinasi yang baik antara pengajar dan siswa. Ketika siswa mengalami kesulitan untuk menjahit, pengajar dengan sabar membantu para siswa melanjutkan karya mereka. Cara mengajar dan menjelaskan yang komunikatif dan mudah dipahami juga merupakan poin plus untuk para pengajar kegiatan ELS Sewing Craft.

Piano merupakan salah satu jenis alat musik yang cukup populer dan cukup banyak siswa yang berkesempatan untuk mempelajari alat musik ini. SMA Kristen Petra 3 memilih Piano sebagai salah satu pilihan dalam kegiatan ELS karena sebagian dari siswa yang menjadi peserta kegiatan ELS sudah mempunyai dasar permainan piano.

Kegiatan ELS di SMA Kr. Petra 3 hanya diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dengan jumlah peserta adalah 22 orang yang dibagi dalam dua kelompok, agar pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien. Setiap kelompok didampingi oleh seorang pengajar agar pembelajaran dapat berjalan lancar. Peserta ELS Piano yang telah memiliki kemampuan yang baik biasanya diminta untuk mengisi acara seremonial seperti pembukaan pameran pendidikan, parenting, maupun acara sekolah lainnya.

Kegiatan ELS Gitar yang diadakan di SMA Kristen Petra 4 merupakan kegiatan pembelajaran gitar klasik dimana siswa diajarkan cara bermain gitar klasik yang baik dan benar. Harapannya, setiap siswa yang memiliki talenta bermain gitar dapat mengembangkan permainan gitarnya. Disamping belajar gitar klasik secara individu, nantinya siswa juga akan diajarkan bermain gitar secara berkelompok dalam satu ansambel gitar.

Dalam pembelajaran gitar di ELS Gitar ada beberapa tahapan materi pembelajaran dasar yang harus dikuasai oleh siswa, antara lain :

➢ Tahap pertama adalah senam jari. Tujuannya adalah melatih kerapian jari supaya jari tidak kaku pada saat bermain gitar.

➢ Tahap kedua adalah memahami teori dasar fundamental dalam bermain gitar klasik. Contohnya adalah teknik-teknik dasar memetik gitar, fingering gitar yang baik dan benar juga bagaimana membaca not balok yang baik dan benar mulai dari dasar seperti mempelajari nilai not, nama not, birama, dan ketukan.

➢ Tahap ketiga adalah mempelajari Scale atau tangga nada. Untuk tahapan awal siswa harus menguasai tangga nada C major sebagai dasar untuk mempelajari tahap selanjutnya.

➢ Tahap keempat adalah mempelajari rhytm dan chord dimana para siswa akan diajarkan chord-chord dasar dan juga bagaimana memainkan rhytm dengan chord yang sudah diajarkan.

➢ Tahapan yang kelima adalah song practice atau mempelajari lagu untuk membantu proses penerapan teori yang telah dipelajari

Jika sudah bisa dan memahami kelima tahap ini, siswa sudah siap untuk bermain secara berkelompok dalam satu ansambel. Bermain bersama dalam satu ansambel tentunya tidak mudah karena diperlukan keselarasan kesatuan dan kekompakan dalam tim sehingga bisa tercipta harmonisasi dalam penampilan ansambel gitar.

Selain bertujuan untuk mendidik siswa agar mampu bermain gitar dengan teori dan teknik bermain gitar yang benar, tujuan dari pengadaan ELS Gitar adalah untuk melatih kepercayaan diri siswa sehingga siswa siap untuk mengisi acara maupun melaksanakan pelayanan musik dengan mengisi puji-pujian di Gereja, tampil di sekolah dalam acara pentas, acara-acara OSIS, peringatan hari besar keagaman, hingga pentas seni.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dunia fotografi pada masa ini berjalan seiring dengan jalannya perkembangan teknologi informasi yang selalu berkembang. Pada dasarnya, fotografi merupakan bagian dari seni rupa yang bisa dinikmati hasilnya melalui indera mata, sedangkan proses pembuatannya memerlukan multi media yang selalu up to date.

Memang dalam mewujudkan sarana multi media yang canggih memerlukan biaya yang tidak murah, namun hasil karya dari yang diciptakan melalui multi media tersebut membuahkan kepuasan batin yang tidak bisa diukur dengan skala rupiah.

SMA Kristen Petra 3 memilih ELS Photography sebagai salah satu pilihan dalam kegiatan ELS, dengan harapan siswa yang tergabung dalam ELS Photography bisa termotivasi untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam dunia fotografi yang nantinya dapat menjadi salah satu bekal untuk berkompetisi dalam dunia entrepreneur yang mengarah ke pasar bebas.

Dalam pelaksanaan kegiatan ELS Photography, PPPK Petra bekerjasama dengan provider yang memiliki banyak pengajar yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya untuk membantu mengembangkan bakat para peserta kegiatan ELS Photography. Kegiatan ELS Photography tersebut terjadwal khusus untuk siswa kelas XI, dilaksanakan pada hari Selasa pukul 10.00 - 11.30 dengan berjumlah 17 siswa di dalam satu kelas. Semoga kegiatan ELS Photography bisa bermanfaat bagi para siswa.

Pada era globalisasi ini siswa selalu dituntut untuk memiliki wawasan yang luas sehingga dapat beradaptasi dengan perkembangan informasi dan teknologi. SD Kristen Petra 13 sebagai sebuah institusi di bidang pendidikan tidak hanya memperhatikan perkembangan di bidang akademis saja melainkan juga menyediakan kegiatan ELS yang mendukung perkembangan informasi dan teknologi sesuai dengan potensi dan bakat siswa.

Salah satu kegiatan ELS yang cukup populer di kalangan siswa adalah ELS Robotik. Kegiatan ELS Robotik dilaksanakan setiap hari Rabu mulai pukul 11.00-12.10. Peserta kegiatan ELS ini adalah siswa kelas V yang memiliki minat dalam bidang robotik. Dalam kegiatan ELS Robotik, siswa belajar membuat beraneka macam robot sederhana. Siswa mempelajari ilmu robotika dengan cara yang menyenangkan yaitu mengaplikasikan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mempratikkan cara membuat robot dengan menggunakan teknik building, programming, dan menjalankan pada maze. Melalui kegiatan ELS ini, siswa akan mampu mengeksplorasi kemampuan mereka untuk mencari solusi, sehingga robot rancangannya dapat menyelesaikan masalah atau tugas yang diberikan.

Kegiatan ELS Robotik adalah salah satu kegiatan ELS yang menarik bagi siswa. Kelas ini menghadirkan suasana bermain sambil belajar. Dikatakan bermain karena para siswa dapat melatih kreativitas dengan merangkai lego sesuai dengan petunjuk dan modifikasi bentuk yang mereka inginkan. Sedangkan dikatakan belajar karena pada dasarnya pembelajaran robotik menggunakan prinsip dasar matematika dan fisika untuk menggerakkannya. Siswa tidak hanya melakukan praktik merangkai robot, mereka juga belajar memprogram robot lewat komputer. Kelas robotik secara keseluruhan mewadahi keberagaman minat dan bakat siswa, tetapi juga mampu menanggapi dan mengarahkan siswa mengenal lebih dalam perkembangan ilmu teknologi. Disamping itu, pembelajaran robotik merangsang motorik siswa, mengajak mereka berpikir sistematis, serta belajar bekerja sama dalam kelompok.

Page 7 of 13